Batching Plant Milik BUMD Pemko Dumai tahap Pembangunan *Anggaran Penyertaan Modal Rp 28 Miliar

Dumai, kompasriau.com  – Batching Plant milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, saat ini tahap pembangunan. Pengolahan bahan material Pasir, Kerikel dan Semen menjadi satu kesatuan hamparan basah Semen beton milik BUMD itu, di bangun oleh PT Pembangunan Dumai, kini dinakhodai oleh Direktur BUMD PT Pembangunan Dumai, Bennedi Boiman. S.Sos.
Ditemui kompasriau.com di ruang kerjanya sore tadi, Kamis (17/3), Bennedi Boiman, membenarkan, bahwa Batching Plant prosesnya sudah masuk pada tahap pembangunan.
“Proses administrasi sudah selesai, dan tahap penimbunan lahan/lokasi tempat dibagunnya Batching Plant sudah berjalan. Mudah-mudahan pertengahan bulan Mei atau Juni mendatang, Batching Plant sudah lounching/produksi”, ungkap Bennedi.
Disinggung soal besaran anggaran penyertaan modal yang dikucurkan dari APBD Pemko Dumai sebesar Rp 28 miliar kemana peruntukannya, Bennedi Boiman, mantan Ketua DPRD Dumai itu mengakui untuk pembangunan Batching Plant, operasional dan modal awal.
Direktur BUMD PT Pembangunan Dumai, yang baru menjabat menakhodai BUMD sejak September 2015 ini, mengakui sempat menyayangkan penyertaan modal ke BUMD telah dikunci hanya untuk pembangunan Batching Plant milik BUMD Pemko Dumai.
“Saya melihatnya, penyertaan modal ini sayang, karena penyertaan modal ini sudah dikunci hanya untuk pembangunan Batching Plant. Namun karena sudah diatur di Perda Nomor 01 tahun 2014, saya harus melanjutkan”, jelas Bennedi.
Dipaparkan Bennedi, anggaran penyertaan modal pembangunan Batching Plant adalah sebesar Rp 28 miliar termasuk modal awal untuk pembelian material semen beton sebelum produksi.
Lokasi dibangun Batching Plant, berada diatas lahan seluas 1,3 hektare di Km 9 Bukit Timah, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. Bennedi mengakui, lokasi/lahan pabrik Becing Plant yang sudah tahap pembangunan tersebut, telah dibeli oleh pimpinan BUMD sebelum dia (Bennedi-red), seharga Rp 1,8 miliar.
Sebelumnya, proses pembangunan Batching Plant sempat menjadi sorotan public saat kepemimpinan BUMD yang lama. Dimana, pembangunan Batching Plant saat itu sempat lama tidak kunjung terealisasi. Namun setelah kepemimpinan Bennedi, pembangunan Batching Plant pun mulai terealisasi.
Menurut Bennedi, pihaknya (BUMD-red) saat ini sedang mempersiapkan prosess untuk pengadaan Mobil Mixer 7 (tujuh) unit, Well Loader 1 unit, hingga pembangunan kantor diareal Beacing Plant.**(TMBN/Red)
(Sumber : kompasriau.com)